Kamis, 25 Agustus 2016

Sistem Informasi Geospatial

Apa itu GIS??
Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data yang bereferensi atau datageografis geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. (Murai S. dalam Prayitno, 2000).
Dalam perkembangannya, Sistem informasi Geografis sangat diperlukan mengingat data yang ada amat besar. Berikut merupakan manajemen informasi geospasial perbandingan antara menggunakan SIG/GIS dan cara manual.
Menggunakan SIG/GIS
Cara manual
Penyimpanan
Database digital dan terpadu
Skala dan standart berbeda
Pemanggilan kembali
Pencarian dengan komputer
Cek manual
Pemuktahiran
Sistematis
Mahal dan memakan waktu
Analisis data atribut
Sangat cepat
Memakan waktu dan tenaga
Analisis data spasial
Mudah
Rumit
Penayangan
Murah dan cepat
mahal
Dalam Bumi ini terdapat berbagai macam hal objek yang dapat kita temukan, seperti air, Gunung, Lautan, Jalan, Objek wisata ata apapun yang berkaitan dengan keruangan merupakan sumber data dalam basis data Geospasial
Dalam penyajiannya SIG memiliki 2 macam model data.
1.Data raster
·         Mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid
·         Setiap piksel memiliki nilai tertentu dan memiliki atribut sendiri,termasuk nilai koordinat
·         Contoh : Peta Citra
2.Data Vektor
·         Model berbasiskan titik dengan koordinat untuk membangun obyek spasialnya
·         Obyek yang dibangun :
o    Titik
o    Garis
o    Poligon
·         Contoh : Peta analog/ peta Atlas
Keuntungan dan keterbatasan model data grafis digital :
Data raster membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar dari pada data vektor
Data vektor mempunyai kemampuan penampilan kemballi lebih baik dari
data raster, karena data raster sangat tergantung pada besar kecilnya
resolusi yang digunakan
• Proses perhitungan, misalnya dalam analisis overlay, data vektor
memerlukan algoritma yang lebih kompleks, memakan waktu lebih lama
• Pemanfaatan data vektor utamanya merupakan bahan baku dalam bentuk
data spasial keperluan SIG, sedang data raster merupakan bahan baku
pembentuk citra (image) pada sistem penginderaan jauh.
Berikut ini merupakan analisis dalam basis data Geospasial
DATA GRAFIS (GRAPHIC DATA)
continuous: elevasi, curah hujan, salinitas air laut
 area:
 unbounded: penggunaan lahan, area pasar, jenis tanah, jenis batuan
– bounded: batas kota/negara, persil
– moving: massa udara, kumpulan binatang, kumpulan ikan
 networks: jalan, pipa/kabel transmisi, sungai
 points:
– fixed: sumur, lampu jalan, alamat
– moving: mobil, ikan, rusa
DATA ATTRIBUT (ATRIBUTE DATA)
* Categorical (name):
– nominal
• tidak ada tingkatan/urutan (ordering)
contoh : tipe penggunaan lahan, nama kota
– ordinal
• ada tingkatan/urutan (ordering)
• kelas jalan, orde sungai
• tidak bisa digunakan untuk perhitungan aritmatika
* Numerical
– interval
• tidak mempunyai nilai nol mutlak
• tidak dapat dikatakan lebih dari 2x
contoh : temperatur (Celsius atau Fahrenheit)
– ratio
• mempunyai nilai nol mutlak
• dapat dikatakan lebih dari 2x
• disajikan dalam tipe integer atau floating point [decimal fraction] sehingga
dapat dipergunakan untuk perhitungan aritmatika
contoh : pendapatan, umur, curah hujan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar